Loading...

Inilah Penyuluhan Dan Proses Penyebarluasan Informasi

Sebagai terjemahan dari kata “extension”, penyuluhan sanggup diartikan sebagai proses penyebarluasan yang dalam hal ini, merupakan peyebarluasan info wacana ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dihasilkan oleh akademi tinggi ke dalam praktek atau kegiatan praktis. 

Implikasi dari pengertian ini adalah:

1)  Sebagai biro penyebaran informasi, penyuluh dihentikan hanya menunggu pemikiran info dari sumber-sumber info (peneliti, sentra informasi, institusi pemerintah, dll) melainkan harus secara aktif berburu info yang bermanfaat dan atau diharapkan oleh masyarakat yang menjadi kliennya.
Dalam korelasi ini, penyuluh harus mengoptimalkan pemanfaatan segala sumberdaya yang dimiliki serta segala media/ terusan info yang sanggup dipakai (media-masa, internet, dll) semoga tidak ketinggalan dan tetap dipercaya sebagai sumber info “baru” oleh kliennya.
(Pustaka Terlengkap - https://petaniokesip.blogspot.com/)
2)   Penyuluh harus aktif untuk menyaring info yang diberikan atau yang diperoleh kliennya dari sumber-sumber yang lain, baik yang menyangkut kebijakan, produk, metoda, nilai-nilai perilaku, dll. Hal ini penting, sebab di samping dari penyuluh, masyarakat seringkali juga memperoleh informasi/inovasi dari sumber-sumber lain (aparat pemerintah, produsen/ pelaku bisnis, media masa, LSM) yang tidak selalu “benar” dan bermanfaat/ mengun-tungkan masyarakat/kliennya.
Sebab, dari pengalaman menunjukkan, info yang tiba dari “luar” seringkali lebih berorientasi kepada “kepentingan luar” dibanding keberpihakannya kepada kepentingan masyarakat yang menjadi kliennya.

3)  Penyuluh perlu lebih memperhatikan info dari “dalam” baik yang berupa “kearifan tradisional” maupun “endegenuous technology”.
Hal ini penting, sebab info yang berasal dari dalam, di samping telah teruji oleh waktu, seringkali juga lebih sesuai dengan kondisi setempat, baik ditinjau dari kondisi fisik, teknis, ekonomis, sosial/budaya, maupun kesesuainnya dengan kebutuh-an pengembangan komunitas setempat.

4)  Pentingnya info yang menyangkut hak-hak politik masyarakat, di samping: penemuan teknologi, kebijakan, manajemen, dll.

Hal ini penting, sebab yang untuk pelaksanaan kegiatan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat seringkali sangat tergan-tung kepada kemauan dan keputusan politik.   Sebagai contoh, kegiatan intensifikasi padi terbukti tidak banyak memperlihatkan perbaikan kesejahteraan petani.  Demikian juga yang terjadi kaitannya dengan kebijakan impor beras, gula, daging, dll.
Referensi:
Mardikanto, Totok. 2009. Sistem Penyuluhan Pertanian. Surakarta: UNS Press.
Referensi 6900328874114652693

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Arsip Blog

close
Banner iklan   disini