Loading...

Inilah Ciri Dan Karakteristik Tanah Vertisol

Hardjowigeno menyatakan bahwa faktor penting dalam pembentukan tanah ini ialah adanya trend kering di setiap tahun, meskipun usang trend kering tersebut bervariasi. Di tempat yang paling kering, tanah hanya paling lembap selama beberapa ahad setiap tahun. Struktur tanah vertisol ialah keras dibagian atas dan gumpal dibagian bawah, dengan konsistensi teguh atau keras bila kering. Batas horizon dari susunan horizon AC ini ialah agak nyata, tetapi tidak terdapat horizon aluvial dan iluviasi.

Kandungan materi organik lapisan tanah atas pada umunya rendah, yaitu 1-3,5 persen. Semakin kebawah semakin menurun. Reaksi tanah sanggup dilihat dari pH-nya antara 6,0-8,0 yaitu asam agak alkalis. Kandungan unsur hara banyak tergantung pada materi induknya, yaitu materi induk dari mergel atau napal, kerikil liat dan tuf vulkan. Yang berasal dari kerikil liat dan mergel umumnya lebih miskin, sedangkan dari tuf vulkan relatif lebih kaya. Mineral liat pada tanah ini ialah dari golongan monmoriolit. Daya menahan air cukup baik, sedangkan permeabilitasnya cukup lambat dan sangat peka terhadap ancaman erosi
.
Secara umum sanggup disebutkan bahwa tanah ini mempunyai sifat-sifat fisik dan kimia yang agak buruk hingga sedang. Oleh lantaran itu nilai produktivitas tanahnya rendah hingga sedang (E. Saifudin Sarief, 1993).
Secara kimiawi Vertisol tergolong tanah yang relatif kaya akan hara lantaran mempunyai cadangan sumber hara yang tinggi, dengan kapasitas tukar kation tinggi dan pH netral hingga alkali  (Deckers , 2001)
Tanah vertisol mempunyai kapasitas tukar kation yang tinggi. Tingginya kapasitas tukar kation ini disebabkan oleh tingginya kandungan liat yang terbungkus mineral Montmorillonit dengan muatan tetap yang tinggi. Kandungan materi organik sungguhpun tidak selalu harus tinggi mempunyai kapasitas tukar kation yang sangat tinggi. Kation-kation sanggup tukar yang mayoritas ialah Ca dan Mg dan pengaruhnya satu sama lain sangat berkaitan dengan asal tanah (Lopulisa, 2004). 
Dalam perkembangan penjabaran ordo Vertisol, pH tanah dan pengaruhnya tidak cukup menerima perhatian. Walaupun hampir semua tanah dalam ordo ini mempunyai pH yang tinggi. Tapi pada daerah-daerah tropis dan subtropis umumnya dijumpai Vertisol dengan pH yang rendah. Dalam menilai potensi Vertisol untuk pertanian hendaknya diketahui bahwa korelasi pH dengan Al terakstraksi berbeda dibanding dengan ordo lainnya. pH sanggup tukar nampaknya lebih sempurna dipakai dalam memilih nilai pH Vertisol masam dibanding dengan kelompok masam dari ordo-ordo lainnya. Perbedaan tersebut akan mempunyai implikasi dalam penggunaan tanah ini untuk pertumbuhan tanaman. Batas-batas antara antara kelompok masam dan tidak masam berkisar pada pH 4,5 dan sekitar 5 dalam air (Lopulisa, 2004). 
Penyebaran tanah ini di Indonesia seluas kira-kira satu juta hektar dari barat ke timur, dimulai dari Jawa Tengah terus ke Jawa Timur, Pulau Madura, Nusa Tenggara, dan maluku (E. Saifudin Sarief, 1993).
Tumbuhan epilog tanahnya (vegetasinya) terdiri dari padang rumput, stepa dan savanna. Bisa dipergunakan untuk tegalan, perkebunan tebu, kapas, tembakau, persawahan (padi sawah), tumbuhan jagung kedelai dan hutan jati (E. Saifudin Sarief, 1993).

Tanah vertisol ini mempunyai lapisan solum tanah yang agak dalam atau tebal yaitu antara 100-200 cm, berwarna kelabu hingga hitam, sedang teksturnya lempung berliat hingga liat.  Kandungan liat tanah vertisol ini mempunyai tinggi lebih dari 30% pada seluruh horizon, dengan sifat mengembang dan mengkerut. Dimana pada keadaan kering tanah mengkerut menjadi pecah-pecah dan sebaliknya ketika lembap tanah mengembang  dan lengket. Retakan-retakan tanahnya pada ketika kering ini lebarnya bisa mencapai 25 cm dan dalamnya bisa mencapai 60 cm dan keras berbongkah-bongkah. 

Tanah vertisol mempunyai kemampuan meremah sendiri (self churning) dan humus menunjukkan adanya timbulan mikro gilgai, cermin sesar, dan struktur tanah berbentuk baji berukuran sangat kasar. Kurang lebih tanah yang ekuivalen ialah tanah lempung margalitik, grumosol, regurs, tirs, dan tanah kapas hitam.
Referensi 450253867193980878

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Arsip Blog

close
Banner iklan   disini