Loading...

Inilah Jenis-Jenis Gulma

Pengertian Gulma
Ada banyak definisi perihal gulma. Definisi terpendek ialah yang dikemukakan oleh Prof. Beal yaitu sebagai “a plant out of place” yang artinya tumbuhan yang salah tempat. Tokoh lain berjulukan Numata, memandang gulma dari niche/ relung/ daerah berfungsinya. Berdasarkan relungnya, maka vegetasi sanggup dibedakan menjadi tumbuhan (crop), gulma (weed), tumbuhan ruderal dan tumbuhan liar. Tanaman ialah tumbuhan yang dibudidayakan manusia, sebab itu diinginkan manusia. Sedangkan gulma ialah tumbuhan yang tumbuh pada waktu, daerah dan kondisi yang tidak diinginkan manusia.

(Pustaka Terlengkap - https://petaniokesip.blogspot.com/)
Namun, secara umum, gulma didefinisikan sebagai tumbuhan pengganggu yang tumbuh diantara tumbuhan utama. Gulma mengganggu sebab bersaing dengan tumbuhan utama terhadap kebutuhan unsur hara, air, cahaya dan ruang tumbuh, sehingga produksi tumbuhan menjadi tidak optimal

Berdasarkan morfologinya jenis gulma yang tumbuh diantara tumbuhan sanggup diklasifikasikan berdasarkan pembagian terstruktur mengenai botani, yakni teki, rumput, dan daun lebar. Ditinjau dari siklus hidupnya, dibagi lagi menjadi gulma semusim, dua ekspresi dominan dan tahunan. Sedangkan berdasarkan bentuk masa pertumbuhan, dibagi menjadi gulma berkayu, gulma air dan gulma perambat termasuk epifit dan parasit. Beberapa jenis gulma mungkin termasuk kombinasi dari beberapa karakteristik tersebut. Penjelasan perihal jenis-jenis gulma sebagai berikut.
a.       Teki (Sedges)
Teki mempunyai batang berbentuk segitiga, kadang kala lingkaran dan tidak berongga, dan daun berasal dari  nodia. Gulma ini mempunyai system rhizome dan umbi sangat luas. Sifat yang menonjol ialah cepatnya membentuk umbi gres yang sanggup bersifat dorman pada lingkungan tertentu. Contoh: Cyperus iria dan Scirpus maritimus.
b.      Rumput (Grasses).
Rumput mempunyai batang lingkaran atau pipih dan berongga, kesamaannya dengan teki sebab daunnya sama-sama sempit, tetapi dari sudut pengendalian terutama responnya terhadap herbisida berbeda. Contoh: Echinochloa crusgalli, Echinochloa colona, Panicum repens dan Paspalum conjugatum.
c.       Gulma berdaun lebar ( broad leaved weeds)
Daun-daun gulma berdaun lebar dibuat pada meristem apical dan sangat sensitive terhadap khemikelia. Meristem apical dari gulma berdaun lebar ialah kepingan batang yang terbentuk sebagai kepingan materi terbuka yang sensitive terhadap perlakuan kimia. Contohnya: krokot (Portulaca sp).
d.      Gulma semusim, dua ekspresi dominan dan tahunan (Annual, Biennial, dan Perennial weeds)
Gulma semusim (annual) menuntaskan siklus hidupnya dalam satu tahun atau satu musim. Ada gulma daun lebar semusism teki semusism dan rumput semusism. Misalnya Echinorochloa colonum.
Sedangkan gulma dua ekspresi dominan (biennial) memerlukan dua ekspresi dominan pertumbuhan untuk menuntaskan siklus hidupnya, biasanya berbentuk roset pada tahun pertama dan pada tahun kedua menghasilkan bunga, memproduksi biji, kemudian mati. Jenis gulma ini kurang umum dan kurang penting dibanding gulma annual. Misalnya Senecio vulgaris.
Gulma tahunan (perennial) hidup lebih dari dua tahun dan mungkin dalam kenyataannya hamper tidak terbatas. Sebagian besar anggota gulma tahunan ini sulit dikendalikan terutama yang bisa berkembang biak secara vegetative maupun generative. Banyak biji dari gulma ini yang bisa dorman beberapa tahun dan tetap viabel. Misalnya: Imperata cylindrical dan Mikonia chordata.
e.       Gulma berkayu (Woody Weeds)
Golongan ini meliputi tumbuh-tumbuhan yang batangnya membentuk cabang-cabang sekunder. Gulma ini menjadi duduk kasus di perkebunan, kehutanan, kanal pengairan dan padang penggembalaan. Contohnya ialah Melastoma sp. Dan Lantana sp.
f.       Gulma air (Aquatic Weeds)
Dalam prakteknya, gulma iar diklasifikasikan sebagai marginal (tepian), emergent (gabungan antara karam dan terapung), submerged (melayang), anchored with floating leaves (tenggelam), freefloating (mengapung) dan plankton/algae. Contohnya berturut-turut ialah Mikania sp., Typha sp., Hidrilla veracillata, Nymphaea sp., Pistia stratiotes, dan Microcystis sp.
g.      Gulma perambat (Climbers)
Tumbuhan perambat yang berstatus sebagai gulma, bias sangat bergairah dan perlu pengendalian. Gulma ini mungkin menjadikan duduk kasus prosedur ibarat Mikania chordate di pertanaman karet, kelapa sawit dan kehutanan. Karakternya yang melilit dan memanjat sanggup menimbulkan penutupan areal yang luas dengan cepat.
h.      Gulma epifit dan parasite
Perambat kadang kala juga epifit atau hemiparasit. Parasitasi parasit dilakukan oleh aneka macam spesies dari family Viscaceae, Loranthaceae, Santalaceae, dan Myzodendraceae. Anggota family tersebut menjadi parasite pada tumbuhan karet, the, jeruk, jati dan pepohonan lain. Akibatnya pepohonan tersebut akan kehilangan daun sebab cabang - cabangnya telah dimatikan oleh parasite tersebut. 

(Pustaka Terlengkap - https://petaniokesip.blogspot.com/)

Referensi:

 Sukma, Yernelis dan Yakup. 2002. Gulma dan Teknik Pengendaliannya. Jakarta: Raja Grafindo Persada. 
Referensi 9212713329026579904

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Arsip Blog

close
Banner iklan   disini