Loading...

Inilah Cara Budidaya Sirsak

Buah sirsak ternyata tidak hanya yummy dan segar untuk dimakan, tetapi bagi sebagaian orang sirsak sering dijadikan obat herbal atau alami, walaupun buah ini termasuk buah yang biasa-biasa saja namun kandungan gizi di dalamnya cukup banyak, mulai dari kulit, buah, daging buah, biji buah, dan inti buah semuanya mengandung karbohidrat.

ternyata tidak hanya yummy dan segar untuk dimakan inilah  Cara Budidaya SirsakDengan kandungan ibarat itu banyak orang yang tertarik untuk menanam sirsak atau budiddaya buah sirsak untuk dikomersilkan, lantaran undangan masyarakat indonesia terhadap buah yang satu ini cukup lumbayan tinggi.
Dibawah ini ada langkah-langkah atau tahapan cara menanam sirsak atau budidaya buah sirsak seccara singkat. walaupun demikian tetapi langkah di bawah ini bisa membantu apabila kita ingin memulai menanam sirsak.


Syarat Tumbuh


Sirsak merupakan jenis yang paling tidak nakal tumbuhnya di antara jenis-jenis Annona lainnya dan memerlukan iklim tropik yang hangat dan lembap. Tanaman ini sanggup tumbuh pada ketinggian hingga 1000 meter di atas permukaan maritim dan meluas hingga ke 25° LS pada lahan yang ternaung.

Pertumbuhan dan pembungaannya sangat terhambat oleh turunnya udara dingin, hujan salju yang ringan saja sudah sanggup membunuh pohon sirsak. Musim kering sanggup mendorong luruhnya daun dan menyelaraskan pertumbuhan memanjang dan pembungaan dalam batas-batas tertentu. Hasil panen sanggup lebih tinggi pada cuaca demikian, asalkan kelembapan yang tinggi berlangsung selama periode pembentukan buah. 

Ada indikasi bahwa untuk Annona sp. lainnya, baik kelembapan yang sangat tinggi maupun sangat rendah, sanggup merusak pembentukan buah. Jika kelembapan cenderung rendah, dianjurkan untuk menunjukkan naungan semoga transpirasi sanggup dikurangi (juga lantaran pohon sirsak dangkal perakarannya).

Sebagian besar tipe tanah cocok untuk tumbuhan ini, tetapi drainasenya harus baik, lantaran pohon sirsak tidak tahan terhadap genangan air.

Pohon sirsak sanggup diperbanyak dengan klon, terutama melalui banyak sekali teknik penempelan dan penyambungan pada batang bawah yang diperbanyak dengan semai, ibarat dipraktikkan di banyak sekali wilayah Amerika, contohnya di Kolumbia dan Venezuela. Akan tetapi, sirsak umumnya ditumbuhkan dari benih. 

Semai sanggup dipakai, lantaran populasi yang tumbuh cukup seragam dan benih dari kultivar manis, misalnya, pada umumnya bersifat sama dengan induknya, serta lantaran fase yuananya hanya berlangsung 2-4 tahun. Benih sanggup ditanam lang¬sung di ladang atau disemaikan dahulu di persemaian. Setelah 20-30 hari, 85-90% sanggup berkecambah dan semai itu sanggup dipindahkan ke lapangan sesudah 6-8 bulan.

Pemotongan separuh daun dan adakala perompesan daun diharapkan untuk memindah tanamkan semai yang sebelumnya tidak ditumbuhkan dahulu dalam wadah. Jarak tanam di kebun buah sebaiknya antara 3 m x 4 m dan 4 m x 6 m. 

Berkat kecilnya ukuran pohon dan cepatnya berbuah, sirsak sanggup ditanam sebagai tumbuhan sela di antara pohon buah-buahan yang lebih besar, ibarat mangga, avokad, dan kecapi. Jika tumbuhan utamanya membutuhkan ruangan, pohon sirsak sanggup ditebang.

Pemeliharaan Lahan

Lahan di sekitar pangkal pohon sirsak sebaiknya terbebas dari gulma atau ditutup oleh mulsa untuk menghindari kehilangan cairan tubuh dari perakarannya yang dangkal itu pada animo kemarau. Sirsak toleran terhadap keadaan tanah yang kering, tetapi pohonnya akan meluruhkan terlalu banyak daun kalau mengalami kekeringan yang berkepanjangan; dalam situasi demikian pohon sirsak akan tertolong dengan pengairan tambahan.

Pemupukan dengan pupuk sangkar dan atau NPK dalam takaran kecil beberapa kali dalam setahun sanggup mendorong pertumbuhan dan pembuahan, tetapi tidak diperoleh data kuantitatif mengenai kebutuhan pupuk atau banyaknya pupuk daun yang dianjurkan. Pohon sirsak biasanya sanggup mencapai bentuk yang memuaskan, tetapi dalam beberapa kasus diharapkan perjuangan sedini mungkin membatasi pohon itu hanya berbatang tunggal, yaitu dengan cara memotong cabang-cabang yang akan menyainginya.

Tunas air (water sprout), cabang-cabang yang tumpang-tindih dan bergerombol juga harus dibuang. Kurang baiknya penyerbukan kiranya merupakan faktor pembatas utama dalam jumlah hasil. Untuk mengatasi hambatan ini dianjurkan untuk melaksanakan penyerbukan dengan tangan. Akan tetapi, hal ini jarang dilakukan dan hanya sanggup berlangsung kalau ada masa pembungaan yang jelas.

Hama dan Penyakit

Selama vigor pohon sanggup dipertahankan, kerusakan serius yang disebabkan oleh penyakit dan hama umumnya terbatas pada buah saja.
Antraknosa (Colletotrichurn gloeosporioides) merupakan penyakit utama pada sirsak di kawasan yang lembap. Penyakit amis buah antraknosa ini bisa ditanggulangi apabila kita bisa mendeteksinya sejak
dini. Bila kebusukan sudah menyebar, buah sirsak terpaksa dimusnahkan.

Gejala serangan:

Gejala serangan awal berupa bercak cokelat kehitaman pada permukaan buah, kemudian buah menjadi amis lunak.
Pengendalian:
•    Perlakuan seed treatment semenjak tumbuhan masih berupa bibit
•    Sanitasi gulma dan buah yang terjangkit penyakit amis buah supaya tidak menular
•    Selektif dalam menanam benih yang bebas pathogen
•    Pergiliran tanaman
•    Perbaikan drainase
•    Pemanfaatan mikroba Pseudomonas Flourencens dan Bacillus subtilis untuk memerangi amis buah pada sirsak

Akibat yang ditimbulkan oleh serangan antraknosa:

Produksi buah sirsak sanggup menyusut sekali lantaran bunga dan buahnya terjangkit penyakit sehingga menjadi amis atau keriput; selanjutnya penyakit ini juga mengganggu buah, daun, batang, dan pematangan buah.

Di Hindia Barat ada ajuan semoga diadakan seleksi terhadap kemam¬puan pembentukan buah dalam kondisi lingkungan yang lembap. Jika terjadi animo kemarau, ada kemungkinan untuk mempercepat pembungaan dan pembentukan buah semoga terhindar dari periode kelembapan yang tinggi. 

Penyakit amis cokelat batang (Corticium sp.) menyerang pohon sirsak dan menyebabkan busuknya cabang dan mungkin membunuh pohonnya juga. Pembersihan yang maksimal menjelang tamat animo kemarau, termasuk pembakaran bagian-bagian pohon yang terserang, sanggup membantu menahan penyakit pada animo hujan berikutnya.

Kutu perisai seringkali menyerang pohon sirsak pada belahan daun. Kutu ini biasanya berkoloni dengan membentuk barisan di belahan tu¬lang punggung daun. Sesuai namanya, kutu ini mempunyai bentuk fisik ibarat perisai pada belahan punggungnya. Untuk mengatasi serangan kutu perisai sanggup memakai insektisida sistemik dengan materi a ktif acephate.

Masih ada lagi hama lain yang kerap menyerang tumbuhan sirsak, yaitu kutu debu (Dysmicoccus brevipes). Kutu ini menyebabkan akar tumbuhan berhenti tumbuh, membusuk, dan tumbuhan menjadi layu. Serangan penyakit ini ditandai dengan ujung daun yang menjadi kuning kemerahan. Kutu debu sanggup bergerombol dalam jumlah yang sangat banyak pada buah sirsak. Pestisida diazinon dan malathion sanggup membantu mengurangi serangan kutu ini.

Selain kutu, semut dan lalat juga merupakan jenis serangga pengganggu tumbuhan buah. Semut sanggup diberantas dengan baik, musuh-musuh alaminya akan bisa menanggulangi hama ini. 

Buah sanggup dibungkus untuk menghindari kerusakan yang disebabkan oleh lalat buah. Semut paling takut rasa asam. 

Cara mengusirnya ialah dengan mengiris jeruk nipis jadi dua, peras, dan teteskan di sepanjang jalur yang dilalui semut. 

Oleskan juga belahan daging buah jeruk nipis pada jalur yang dilalui semut. Ini merupakan cara penanggulangan yang bebas racun, tanpa pencemaran, dan aman. Untuk lalat buah dan serangga pengganggu lainnya, Anda bisa mengatasinya dengan menyemprotkan obat antiserangga.
Sirsak 4383242424760895941

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item
close
Banner iklan   disini