Loading...

Inilah Meraup Rupiah Dari Budidaya Jabon


Dalam beberapa dekade terakhir ini, hasil kayu alam (kayu hutan) semakin menurun, sementara kebutuhan terhadap materi baku kayu terus meningkat. Keadaan ini tentu mengkhawatirkan dengan makin menipisnya lahan hutan, sekaligus mengancam lingkungan hidup. Namun, kalau dilihat secara positif, situasi tersebut merupakan peluang perjuangan untuk membudidayakan kayu. Tentu saja yang dilirik yaitu jenis tumbuhan kayu keras berbatang besar dan cepat tumbuh. Salah satu yang sedang dikembangkan dan menjadi andalan industri kayu ketika ini yaitu jabon (Anthocephalus cadamba).

Tanaman ini  mempunyai karakteristik selfpruning atau cabang akan rontok dengan sendirinya seiring dengan bertambah tingginya batang pohon sehingga log yang didapatkan akan berbentuk lurus nyaris tanpa mata.

Jabon gampang dipelihara dan lebih tahan terhadap serangan hama. Itulah sebabnya tumbuhan jabon mulai menggantikan posisi sengon yang lebih  mudah terjangkit penyakit dan perlu perawatan berupa penebangan ranting. Jabon merupakan salah satu jenis kayu yang pertumbuhannya sangat cepat dan sanggup tumbuh subur di hutan tropis dengan ketinggian 0–1000 meter di atas permukaan laut.


Dengan situasi kebutuhan kayu yang meningkat, sementara pemerintah melarang penggunaan kayu lingkaran hasil tebangan hutan alam, di masa mendatang, harga kayu jabon akan makin menjanjikan pendapatan.

Keunggulan Jabon
Pohon Jabon dikenal juga dengan sebutan kayu kadamba. Di Sulawesi, jabon dikenal banyak sekali nama antara lain bance, pute, loeraa, pontua, sugi manai,
pekaung, atau toa. Tanaman ini bisa menyesuaikan diri dengan banyak sekali jenis lahan tanah. Dari kunggulannya itu, jabon dimanfaatkan sebagai flora perintis untuk menghijauan pada lahan kritis atau bekas pertambangan. Makara tumbuhan ini berpotensi untuk menyelamatkan lingkungan dan menjadi penyimpan cadangan air.

Jabon mempunyai nilai hemat yang tinggi lantaran masa penebangan tidak memakan waktu yang lama. Tanaman ini kayunya sudah bisa ditebang di usia 4
sampai 5 tahun. Pada usia ini, jabon bisa mencapai tinggi 12 meter dengan diameter 30 sentimeter; atau bisa menghasilkan kayu sekitar 1,5 kubik per pohon.


Untuk mendapat bibit jabon juga tidak sulit. Pohon jabon selalu berbuah setahun sekali. Setiap buah akan menghasilkan biji yang siap disemaikan
sebagai bibit tumbuhan Jabon. Pembibitan jabon juga merupakan suatu peluang usaha, lantaran bibit Jabon sangat diminati dan banyak dicari.

Sebagai gambaran, ketika ini rata-rata harga bibit jabon dengan tinggi 50 sampai
dengan 70 cm sanggup dijual dengan harga Rp 900,- s.d. Rp 1400,-. Sementara
itu, harga kayu jabon setinggi 12 meter dengan diameter 30 hingga 40 sentimeter, dihargakan sekitar satu juta rupiah per pohon.


Jabon merupakan jenis kayu yang mempunyai tekstur kayu yang lebih halus dibanding kayu lainnya. Bentuknya silinder lurus dengan warna putih  kekuningan.

Karena teksturnya yang halus, kayu jabon gampang direkatkan dan mempunyai permukaan yang mengkilap. Kayu jabon juga tidak cepat keropos sehingga tahan usang (awet).

Keunggulan lain dari tumbuhan ini meliputi:
  • ü  Usia tanam yang relatif singkat (sekitar 4-5 tahun).
  • ü  Dapat tumbuh pada banyak sekali jenis tanah ibarat tanah liat, lempung, maupun tanah berbatu.
  • ü  Pemeliharaan tidak terlalu rumit.
  • ü  Tidak memerlukan pemangkasan lantaran pada masa pertumbuhan cabang dan daun akan rontok sendiri.
  • ü  Memiliki batang berbentuk silinder dan lurus.
  • ü  Tahan terhadap penyakit tumbuhan (tumor karat).
  • ü  Banyak dibutuhkan industri kayu lapis, meubel, pulp (bubur kertas) dan materi bangunan kayu.


Cara Budidaya
Penyemaian Bibit
  • ü  Tebarkan benih yang berasal dari biji pada media pasir halus. Pembenihan dilakukan dengan memakai wadah kolam plastik yang telah dilubangi belahan bawahnya. Hal ini untuk memudahkan penyiraman benih.
  • ü  Penyiraman dilakukan dengan cara memasukkan kolam yang berisi benih ke kolam lain yang berisi air sehingga air merembes dari belahan bawah kolam benih.
  • ü  Lakukan pengamatan dan pemberantasan hama penyakit.
  • ü  Setelah daun berukuran 1 cm, benih dipindahkan ke dalam polybag yang telah diisi dengan tanah dan kpmpos dengan perbandingan 2 : 1.
  • ü  Penaman bibit jabon sanggup dilakukan pada banyak sekali keadaan tanah. Namun alangkah baik kalau ditanam di tanah yang subur dengan penataan drainase yang baik.


Adapun cara menanamnya:
  • • Buat lubang tanam dengan berukuran 30 x 30 x 30 cm atau 40 x 40 x 40 cm.
  • • Jarak tanam antar pohon bisa bervariasi yaitu 3 x 2 m, 4 x 4 m dan yang paling dianjurkan yaitu jarak 4 x 5 m.
  • • Masukan adonan kompos dan pupuk NPK 2,5 gram ke dasar lubang sebagai
  • pupuk dasar diendapkan dilubang setinggi 30 cm. Setelah 3-7 hari, tanam bibit yang tekah dikeluarkan dari polybag, kemudian timbun dengan mengunakan adonan tanah dan kompos setinggi 20 cm sehingga akar benar-benar tertimbun. Penimbunan jangan terlalu padat supaya lubang mempunyai kantong air dan bibit gampang menyerap air.
  • • Pada tahun pertama lakukan pemupukan dengan NPK sekitar 0-100 gram (sebaiknya dilakukan di animo hujan).
  • • Pada usia 1-2 tahun, dilakukan pemupukan dengan adonan kompos atau pupuk sangkar sekitar 0,5 kg dengan NPK sekitar 2,5 ons.
  • • Pada usia 2-3 tahun pemupukan dengan adonan kompos atau pupuk sangkar 10 kg dengan NPK 5 ons.Pemupukan pada usia itu sanggup dengan pupuk sangkar atau kompos sekitar 20 kg.
  • • Pemupukan ditebarkan di sekeliling batang pangkal pohon supaya tidak
  • mengenai batang pangkal pohon. Perawatan
  • • Saat tumbuhan masih muda sanggup dilakukan penyemprotan dengan pestisida untuk membunuh ulat-ulat pemakan daun. Ulat ini tidak mematikan tumbuhan, tetapi hanya menghambat pertumbuhan jabon.
  • • Penyemprotan bisa dilakukan secara aktif 1-2 ahad sekali selama 3-5 bulan tergantung keadaan gangguan, biar daun tidak dimakan ulat. Setelah daun cukup banyak, penyemprotan ini tidak perlu dilakukan lagi.
  • • Bersihkan gulma dan rumput sekitar pohon dari flora lain supaya tidak mengganggu pertumbuhan, sekaligus unsur hara bisa terserap maksimal oleh pohon.
  • • Sampah dan serasah dikumpulkan membentuk lingkaran mengelilingi pohon dengan radius 1 meter, supaya terdekomposisi menjadi unsur hara yang dibutuhkan dalam pertumbuhan pohon. Perawatan ini dilakukan minimal hingga usia 1 tahun.


Penghasilan Tambahan
Untuk mengoptimalkan hasil dari lahan sebelum panen pohon jabon bisa dimanfaatkan dengan melaksanakan tumpang-sari yang tidak mengganggu pertumbuhan pohon jabon ibarat palawija (kacang-kacangan), kunyit, cabe, dan lain-lain.

Pemanenan atau Penebangan
Proses pemanenan atau penebangan akan kuat besar pada kualitas kayu jabon yang dihasilkan. Maka diharapkan penanganan pemanenan yang sempurna supaya memberi hasil yang memuaskan. Waktu penebangan yang baik
dilakukan ketika pohon benar-benar berumur cukup umur (sekitar usia 5 tahun), kecuali pada ketika penjarangan pohon pada usia 3 tahun.

Pilih pohon yang diameternya layak terbang (sekitar 35 - 40 cm). Penebangan dilakukan pada ketika animo kemarau, supaya kualitas kayu yang dihasilkan tidak mengandung air terlalu tinggi.

Amati arah tebangan biar tidak menimpa pohon lain ketika pohon yang ditebang rubuh. Sebelum menebang sebaiknya dilakukan pemang kasan cabang dan ranting pohon untuk mengurangi kerusakan yang akan ditimbulkan oleh jatuhnya pohon jabon. Potonglah pohon yang telah ditebang dan dibersihkan sesuai ukuran, untuk memudahkan pengangkutan dan pengolahan.
Jabon 1163517421222724591

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item
close
Banner iklan   disini